Kamis, 01 Oktober 2009

Spesial NOORDIN M TOP

Kapolri saat mengumumkan tertangkapnya buronan teroris Noordin M. Top. (SuaraMedia News)

Kapolri saat mengumumkan tertangkapnya buronan teroris Noordin M. Top. (SuaraMedia News)

- Juru bicara keluarga Noordin M Top, Dato' Badaruddin Ismail memastikan keluarga Noordin yang akan terbang ke Jakarta mengambil jenazah adalah Rahmah Rusdi dan Yahya Moh Top.

Keduanya akan terbang ke Jakarta dari Kuala Lumpur, Kamis (01/10/2009), sekira pukul 09.00 WIB.

"Sekiranya tidak ada perubahan, hanya Rahmah Rusdi dan Yahya Moh Top berangkat ke Jakarta dari Kuala Lumpur," katanya melalui pesan singkat.

Ketika dikonfirmasi apakah rombongan akan ke Mabes Polri terlebih dahulu atau tidak, Dia mengaku tidak mengetahui rencana agenda itu. "Saya tidak tahu, mungkin akan ke Dubes dulu," terangnya.

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna mengatakan, keluarga Noordin direncanakan akan tiba di Mabes Polri hari ini. Namun, hal berbeda diungkapkan Dato' Badaruddin Ismail. Menurutnya, rombongan baru akan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat, 2 Oktober 2009 untuk mengambil jenazah Noordin.

"Bila tidak ada hambatan, akan tiba Kamis sekira pukul 11.00 WIB dan dijangka pada Jumat baru jenazahnya akan dibawa pulang dan dimakamkan di Pontian, Johor," ujarnya.

Kedua kerabat Noordin, yakni Istri pertamanya Rahmah Rusdi dan abangnya Yahya Moh Top akan datang ke Jakarta didampingi oleh Polis Diraja Malaysia (PDRM) juga Polis Wanita Diraja Malaysia.

Laptop Noordin di obok-obok

Polisi menyita dua komputer jinjing atau laptop milik gembong teroris Noordin M Top. Sebagian kecil isinya sudah dibeberkan polisi.

Namun, menurut pakar telematika, Roy Suryo ada hal mengejutkan dari dua laptop Acer dan Toshiba milik jaringan Noordin yang disita polisi.

"Yang paling mengejutkan ada foto-foto yang dibuat dengan kamera profesional. Foto-foto target ada pada kamera SLR mereka ,"kata Roy Suryo di sela-sela diskusi di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu 30 September 2009.

Foto-foto itu diduga sebagai target baru jaringan Noordin. Apa saja?

"Foto-fotonya semua obyeknya ada di Jakarta, ada beberapa bagian ada di luar Jakarta," kata dia.

Namun, Roy Suryo menolak menyebut obyek mana saja yang jadi sasaran teror. "Takut menimbulkan kengerian, yang jelas instalasi vital," tambah dia.

Meski demikian Roy memberikan sedikit bocoran. "Ada kilang minyak di luar Jawa, itu milik asing," kata dia.

Selain itu, masih ada hotel milik asing yang masuk daftar target teror.

Selain sasaran teror baru, kata Roy, dalam dua laptop milik Noordin terdapat perencanaan, pengembangan jaringan, cara melakukan tindakan teror, dan cara-cara perakitan bom.

Bahkan, ada cara bagaimana merawat senjata dan menentukan target sasaran teror. "Petunjuk itu sudah dikemas dalam bentuk file yang siap diedarkan," lanjut Roy.

Namun, apa yang dibeber polisi baru sebagian kecil, masih banyak isi dua laptop Noordin yang belum diungkap.

Salah satunya adalah keberadaan rekaman seorang wanita bercadar di laptop Noordin.

Siapa perempuan bercadar itu? "Saya tidak mau menyimpulkan itu," kata Roy Suryo di sela-sela diskusi di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu 30 September 2009.

Kata Roy, kasihan polisi jika identitas perempuan bercadar itu diungkap ke publik.

"Nanti yang akan menjadi targetnya akan hilang kalau digembar-gemborkan. Biarkan pihak kepolisian yang mengumumkan," tambah dia.

Tubuh Noordin ada kelainan

Seusai memeriksa kondisi jenazah Noodin M Top, Rabu (30/9), ahli forensik Universitas Indonesia dr Mun'im Idris menyatakan mendapati ada kelainan di tubuh gembong teroris asal Malaysia terseabut.

Ada kerusakan di dubur atau anus Noordin M Top. Pernyataan itu menimbulkan polemik soal penyebab kerusakan itu.

Dikonfirmasi, Juru Bicara Polri, Inspektur Jenderal Nanan Soekarna mengatakan informasi itu adalah rahasia kedokteran. Nanan mengaku tak tahu informasi tersebut.

"Itu harus dirahasiakan, tak boleh diumumkan, ada kode etiknya. Saya tidak tahu, itu soal visum et repetum," tambah dia.

Ditanya apakah polisi mengetahui soal dubur Noordin, Nanan menjawab, "polisi itu penyidik, memangnya ngutak-ngutik dubur?"

Kata dia, ada yang jadi bagian penyidik dan jadi bagian kedokteran. "Harus ada yang dibedakan," tambah dia.

Menurut Nanan, menurut informasi terakhir sudah tidak ada kepentingan penyidikan terhadap keempat jenazah tersebut.

Sebelumnya, Kepala Polri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri sudah memastikan bahwa salah satu orang yang tewas dalam penggerebekan di Jebres, Surakarta, tanggal 17 September silam adalah Noordin M Top. Hasil itu dikuatkan oleh kesamaan DNA dan sidik jari.

Noordin M Top tewas dalam penggerebekan di Kampung Kepohsari, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah pada 16-17 September 2009.

Noordin tewas bersama tiga pengikutnya yakni Ario Sudarso alias Suparjo Dwi Anggoro alias Aji alias Dayat alias Mistam Husamudin, Adib alias Susilo, dan Bagus Budi Pranoto alias Urwah.

Meski Noordin dan beberapa pengikutnya telah tewas, bukan berarti Indonesia bebas dari aksi teror.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar